23.5 C
East Kalimantan
Sabtu, 18 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Cabai Merah Membara, Harga Melonjak Di Kutim Menjelang Ramadhan

Kutai Timur – Dalam beberapa hari ke depan, umat Islam di seluruh dunia akan memasuki bulan Ramadhan 1446 Hijriah, yang bertepatan dengan tahun 2025 Masehi. Kepastian awal Ramadhan masih menunggu hasil sidang isbat yang akan digelar oleh Kementerian Agama. Namun, Majelis Tarjih Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadhan jatuh pada Sabtu Pahing, 1 Maret 2025, berdasarkan hasil hisab yang dilakukan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

Bersamaan dengan datangnya bulan suci ini, harga kebutuhan pokok seperti sembako dan cabai mengalami kenaikan signifikan. Saat ditemui reporter kaltimnesia.id di Pasar Induk, Kecamatan Sangatta Utara, salah satu pedagang cabai, Ibu Rahma, mengungkapkan bahwa harga cabai kini mengalami lonjakan harga menjelang ramadhan.

“Harga cabai sebelumnya Rp75.000–Rp80.000 per kilo, sekarang Rp100.000 per kilo,” ujarnya, Senin, (24/02/25) di lapak penjualannya di Pasar Induk Sangatta.

Selisih harga cabai di pasar tersebut berkisar antara Rp15.000 hingga Rp20.000 per kilogram dibandingkan harga sebelumnya. Kenaikan ini terjadi menjelang bulan Ramadhan.

Sementara itu, salah satu petani cabai di Desa Singa Gembara, Kecamatan Sangatta Utara, Imam Mustajib, menyatakan bahwa tiga bulan lalu harga cabai di tingkat petani yang dijual ke tengkulak masih sangat murah per kilogramnya. “Tiga bulan lalu, dari petani ke tengkulak, harganya Rp25.000 per kilo,” bebernya.

Dampak kenaikan harga ini juga dirasakan oleh para pembeli. Seorang pengunjung pasar, Ibu Yuni, mengungkapkan, “Mau bagaimana lagi, ini kebutuhan juga. Mending masih ada daripada langka,” katanya.

Menanggapi kenaikan harga ini, Jabfung Pengawas Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim, Achmad Doni Evriady menyatakan bahwa fenomena ini sudah menjadi pola tahunan menjelang hari-hari besar keagamaan.

“Kami sudah meninjau di lapangan. Memang sudah jadi tradisi, setiap menjelang hari-hari besar keagamaan pasti ada kenaikan harga kebutuhan pokok. Karena bagaimanapun, kita tahu bahwa rata-rata bahan kebutuhan pokok kita berasal dari luar daerah,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya terus bekerja sama dengan para agen penyedia bahan pokok, seperti agen beras dan cabai, untuk memastikan stok cukup hingga dua atau tiga bulan ke depan, bahkan jika memungkinkan hingga enam bulan.

“Kita tidak bisa memungkiri bahwa kenaikan harga ini juga dipengaruhi oleh spekulasi para pedagang. Namun, Disperindag akan terus memantau ketersediaan bahan pokok dan memastikan kenaikan harga tetap dalam batas wajar,” pungkasnya.

Penulis: Kasno Pati

Editor: Erwin F Syuhada

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru