MUARA PAHU – Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman pulang ke kampung halamannya di Muara Pahu, Kabupaten Kutai Barat. Ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas sambutan yang begitu hangat dari warga sekitar. Baginya, pulang ke Muara Pahu bukan hanya kembali ke tanah kelahiran, tetapi juga kembali pada sumber semangat yang membentuk dirinya.
“Kampung halaman selalu menjadi sumber semangat dan doa. Dari sini saya belajar arti kebersamaan, gotong royong, dan kecintaan terhadap tanah kelahiran. Nilai-nilai itu yang terus saya bawa dalam menjalankan amanah sebagai pemimpin,” tutur Ardiansyah.
Bagi Ardiansyah, pendidikan nilai yang ia dapatkan di kampung halaman menjadi fondasi kuat dalam perjalanan politiknya. Ia percaya, tanpa doa dan restu tanah kelahiran, langkah hidupnya tidak akan sampai sejauh ini.
Kunjungannya malam itu lebih menyerupai silaturahmi keluarga besar ketimbang agenda protokoler. Masyarakat menyajikan makanan tradisional, para tetua adat menyampaikan doa agar Ardiansyah senantiasa diberi kesehatan dan kekuatan dalam memimpin.
Suasana hangat itu seolah menghapus jarak antara seorang bupati dengan warga setempat. Ardiansyah duduk bersahaja, mendengarkan cerita warga tentang perkembangan kampung, hingga sesekali tertawa ketika mengenang masa lalu.
Di sela acara, beberapa warga tampak emosional. Bagi mereka, melihat seorang anak kampung yang kini menjadi pemimpin daerah besar adalah sumber inspirasi. Ia membuktikan bahwa akar budaya dan pendidikan dari kampung kecil pun bisa melahirkan pemimpin yang dihormati.
Kunjungan ke Muara Pahu ini bukan sekadar perjalanan nostalgia. Kehadiran Ardiansyah menjadi simbol penting bahwa setiap pemimpin lahir dari akar budaya dan lingkungan tempat ia tumbuh. Ia menegaskan, keberhasilan tidak pernah bisa dipisahkan dari nilai dan doa tanah kelahiran.
Camat Muara Pahu Maulidin Said, tak bisa menyembunyikan kebanggaannya. “Momen ini sebagai kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Muara Pahu yang terus menjaga kekompakan dan budaya kekeluargaan,” ujarnya. (ADV/ProkopimKutim/KP)


