SANGATTA – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIPER Kutai Timur, serta Komunitas Pecinta Alam menggelar aksi protes di simpang tiga Jalan Pendidikan, menyikapi viralnya video ASN Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kutai Timur yang berjoget di atas meja rapat sambil menghamburkan uang.
Aksi yang diikuti sekitar 20 peserta pada Senin sore (18/02/2025) ini menyoroti bahwa tindakan dalam video tersebut tidak pantas dilakukan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan berpotensi mencoreng citra pemerintah daerah. Mereka juga mendesak Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap kasus ini.
“Kami menuntut Bupati Kutai Timur segera mempercepat investigasi terkait kasus ini. Selain itu, kami juga meminta Plt. Kepala Dinas PUPR memberikan klarifikasi terkait keterlibatan bawahannya dalam insiden ini,” tegas Gideon Sampe Luna, Ketua BEM STIPER Kutai Timur.
Gideon juga menambahkan bahwa ASN yang terlibat dalam video tersebut seharusnya memiliki kesadaran moral dan memahami kode etik ASN, sehingga tidak melakukan tindakan yang dapat mencoreng profesionalisme mereka sebagai pegawai pemerintah.
Tuntutan Aksi
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan beberapa tuntutan:
- Mendesak BKPSDM Kutai Timur dan aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kejadian di Dinas PUPR Kutim, termasuk dugaan keterlibatan kontraktor dalam aksi sawer.
- Menuntut penegakan hukum sesuai UU ASN, UU Anti Korupsi, serta Peraturan Bupati Kutai Timur Nomor 17 Tahun 2014 tentang Kode Etik Pegawai di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.
- Meminta Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, segera menanggapi kasus ini dan memberikan informasi yang jelas kepada publik.
- Mendesak Plt. Kepala Dinas PUPR Kutim untuk memberikan klarifikasi kepada publik serta menindaklanjuti keterlibatan ASN dalam video yang beredar.
Sebelum mengakhiri aksi, massa menyatakan akan terus mengawal kasus ini. “Kami memberikan waktu tujuh hari kerja untuk pemerintah merespons tuntutan ini. Jika tidak ada tindakan konkret, kami akan kembali turun ke jalan bersama masyarakat dan mahasiswa Kutai Timur,” tegas para peserta aksi.
Penulis: David
Editor: Febrian


