25.6 C
East Kalimantan
Selasa, 21 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

APSAI Kutim Janjikan Lebih Banyak Kegiatan Dukung Program Generasi Emas

SANGATTA – Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) Kutim dan Yayasan Senyum dan Harapan (YSH) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) menggagas seminar bertajuk “Menikah di Waktu yang Indah”. Kegiatan ini merupakan sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam upaya menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi tumbuh kembang anak.

Ketua APSAI Kutim sekaligus Manager Community Empowerment Kaltim Prima Coal (KPC) Nanang Supriyadi mengatakan bahwa acara ini menjadi bentuk nyata komitmen dunia usaha untuk mendukung generasi muda Kutim agar tumbuh dengan mental kuat dan siap meraih cita-cita.

“Ini adalah bentuk kontribusi perusahaan terhadap masa depan generasi Kutim yang hebat. Harapan kami, dunia usaha ke depan semakin bersinergi dengan pemerintah dalam menghadirkan Kabupaten Layak Anak. Ini baru langkah awal, dan kami berkomitmen untuk menghadirkan lebih banyak kegiatan serupa guna mendukung keberlanjutan program generasi emas Kutim,” ujar Nanang.

Kepala Dinas (DPPPA) Kutai Timur Idham Chalid menyatakan bahwa kegiatan seminar ini menjadi ruang edukatif bagi remaja untuk memahami pentingnya kesiapan mental, sosial, dan ekonomi sebelum menikah. Pesan utamanya sederhana namun kuat: menikah di waktu yang tepat bukan sekadar pilihan pribadi, melainkan langkah menuju generasi yang sehat dan berdaya.

“Kita fasilitasi mereka lewat seminar dan ini menegaskan kembali bahwa Kutai Timur adalah Kabupaten Layak Anak,” ujar Idham mewakili Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dalam sambutan acara tersebut.

Ia menambahkan bahwa pernikahan dini masih banyak terjadi karena berbagai faktor seperti tekanan ekonomi, budaya perjodohan di usia muda, rendahnya pendidikan. Serta kurangnya pemahaman masyarakat akan dampak negatif pernikahan di usia belia.

Praktisi Gizi Keluarga sekaligus penulis lepas dari Yogyakarta, Deri Rizky Anggarani, hadir sebagai narasumber utama. Ia menyampaikan pandangan dari sisi kesehatan dan psikologis tentang bahaya pernikahan dini, yang tak jarang luput dari perhatian publik. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru