
Kutai Timur, Kaltimpop.com – Anggota DPRD Kutai Timur dari Dapil V, Akhmad Sulaeman, menyoroti kondisi Kecamatan Sandaran yang dinilainya masih tertinggal dalam berbagai sektor pembangunan. Masalah pendidikan dan infrastruktur menjadi dua poin utama yang ia tekankan sebagai pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah.
Menurutnya, sektor pendidikan di kecamatan pesisir tersebut masih membutuhkan perhatian serius. Fasilitas sekolah yang belum merata, akses transportasi yang terbatas, serta distribusi tenaga pendidik yang belum optimal menjadi tantangan yang hingga kini belum terselesaikan. “Kalau untuk pendidikan, saya merasa kecamatan Sandaran ini memang agak tertinggal,” ujar Akhmad Sulaeman dalam keterangannya.
Ia menilai bahwa ketertinggalan itu tidak hanya terjadi pada aspek pendidikan, tetapi juga merembet ke infrastruktur dasar. Jalan penghubung di beberapa desa masih rusak, beberapa fasilitas umum dinilai tidak memadai, dan konektivitas antarwilayah belum mendukung pertumbuhan ekonomi lokal secara maksimal. Kondisi ini, lanjutnya, membuat pelayanan publik dan mobilitas warga menjadi kurang efisien.
Sulaeman menegaskan bahwa pihaknya di DPRD Kutai Timur terus mendorong agar pemerintah daerah memberikan porsi perhatian yang lebih besar terhadap Sandaran. Menurutnya, pemerataan pembangunan harus menjadi prioritas agar wilayah pesisir tidak terus tertinggal dari kecamatan lain. “Jadi memang Kecamatan Sandaran ini tertinggal dari segala segi apapun, entah pendidikan dan infrastruktur, tapi tetap kita dorong,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa beberapa usulan pembangunan dari masyarakat Sandaran sudah masuk dalam daftar prioritas di tingkat DPRD. Namun, ia mengingatkan pentingnya koordinasi berkelanjutan antara pemerintah kecamatan, dinas terkait, dan DPRD agar setiap perencanaan bisa direalisasikan tanpa hambatan birokrasi.
Akhmad Sulaeman berharap pemerintah daerah mampu mempercepat implementasi program pembangunan yang telah dirancang. Ia menekankan bahwa peningkatan kualitas pendidikan dan infrastruktur di Sandaran bukan hanya soal pemerataan, tetapi juga investasi jangka panjang bagi masyarakat pesisir yang memiliki potensi besar dalam sektor perikanan dan ekonomi maritim.
Dengan dorongan yang konsisten, ia optimistis ketimpangan pembangunan antara wilayah pesisir dan wilayah lainnya di Kutai Timur dapat terus dipersempit.(Adv)


