29.2 C
East Kalimantan
Jumat, 7 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Wabup Mahyunadi: Masterplan TIK untuk Mempercepat Pemerataan Digitalisasi di Wilayah Kutim

SANGATTA – Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi menegaskan pentingnya Masterplan Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk mendukung pelaksanaan 50 program prioritas Pemerintah Kabupaten Kutim. Masterplan TIK juga bisa sebagai panduan untuk menyusun kebijakan pembangunan berbasis data, serta mendorong tercapainya Kutim Hebat, Desa Hebat, Kota Hebat yang sejalan dengan misi mewujudkan Kutim yang Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing.

“Kegiatan seperti ini seharusnya dilakukan sejak awal agar bisa masuk dalam perencanaan tahun 2026. Namun saya berharap hasilnya nanti bisa menjadi acuan bersama dan mampu mempercepat pemerataan digitalisasi di seluruh wilayah Kutim,” kata dia Focus Group Discussion (FGD) pendahuluan di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, beberapa hari lalu.

Mahyunadi mengapresiasi inisiatif Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo Staper), yang menggandeng pihak akademisi yaitu tenaga ahli dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta (FMIPA UNY) dalam penyusunan masterplan tersebut. Ia menilai kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku industri telekomunikasi menjadi langkah penting untuk memastikan pembangunan digital Kutim berjalan sesuai arah yang diharapkan.

“Kerja sama dengan FMIPA UNY ini sangat strategis. Pemerintah daerah membutuhkan panduan yang ilmiah dan terukur agar arah pembangunan digital Kutim tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi selaras dengan visi dan kebutuhan masyarakat,” ucap Mahyunadi.

Kepala Diskominfo Staper Kutim, Ronny Bonar, mengatakan kerja sama ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Kutim untuk memperkuat good governance melalui pemanfaatan teknologi informasi. Digitalisasi bukan hanya soal penggunaan perangkat, tetapi juga tentang perubahan paradigma kerja pemerintah agar lebih transparan, efisien, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

“Kami ingin memastikan setiap program pembangunan baik yang bersifat digital maupun konvensional dapat saling terintegrasi. Dengan kolaborasi bersama FMIPA UNY, kami yakin rancangan masterplan ini akan memiliki basis ilmiah yang kuat dan mampu menjawab tantangan digitalisasi daerah dalam jangka panjang,” ujarnya. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru