20.3 C
East Kalimantan
Sabtu, 18 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Wabup Kutim: Kurangi Seremonial, Perbanyak Kerja Nyata untuk Masyarakat

SANGATTA -Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi mengingatkan agar momentum HUT Kutim ke-26 tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Ia mengajak masyarakat dan seluruh jajaran pemerintahan untuk lebih fokus pada langkah nyata yang berdampak langsung bagi kesejahteraan warga.

“Kurangi kegiatan yang hanya bersifat seremoni. Perbanyak kegiatan yang membangun, yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Itu yang lebih penting,” kata dia di lapangan kantor bupati Kutim.

Selain itu, Mahyunadi mengatakan pembangunan infrastruktur menjadi tulang punggung utama dalam mempercepat pemerataan ekonomi di seluruh wilayah Kutim. Terutaman dari pesisir hingga pedalaman.

“Salah satu faktor yang paling bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi itu adalah kesiapan infrastruktur dari daerah-daerah sampai ke desa-desa. Kita berharap pertumbuhan ekonomi tidak hanya di kota, tapi juga mengalir sampai ke desa-desa,” ujarnya.

Selain pembangunan fisik, Mahyunadi juga menyoroti perlunya penguatan sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi kemandirian daerah. Menurutnya, Kutim memiliki banyak potensi tenaga muda dan mahasiswa yang perlu dibekali keterampilan dan integritas untuk menjawab tantangan masa depan.

“Ini PR besar kita. Kalau ingin Kutai Timur benar-benar mandiri, SDM harus kita maksimalkan. (Mulai) dari keterampilan, etos kerja, sampai integritas,” kata dia mengingatkan.

Mahyunadi tak lupa mengajak semua pihak untuk memaksimalkan potensi lokal sebagai sumber peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama dari sektor UMKM dan industri daerah. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang inklusif hanya bisa dicapai jika seluruh elemen masyarakat ikut berperan aktif.

“Kita harus maksimalkan potensi yang ada. UMKM dan industri lainnya perlu terus kita dorong agar bisa tumbuh dengan baik. Dengan begitu, PAD kita bisa meningkat dan kesejahteraan masyarakat ikut terangkat,” ujarnya.

Terakhir, ia berpesan agar seluruh masyarakat menjadikan usia ke-26 Kutim sebagai momentum introspeksi dan kebangkitan menuju masa depan yang lebih matang, mandiri, dan berdaya saing. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru