BENGALON – Penceramah nasional Ustaz Dr. H. Shobirin Bagus memberikan tausiah inspiratif dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur. Ribuan jamaah yang hadir larut mendengarkan ceramah ustaz yang juga jenaka itu.
Dalam ceramahnya yang komunikatif dan diselingi humor, Ustaz Shobirin menekankan pentingnya memperkuat iman, meneladani akhlak Nabi, serta menjaga keutuhan bangsa.
“Pancasila bukan bertentangan dengan ajaran Islam, tetapi justru selaras dengan nilai-nilai Al-Qur’an. Karena itu, mari kita jaga keutuhan bangsa dengan meneladani akhlak Rasulullah,” pesannya.
Suasana makin hangat ketika tausiah diselingi pantun dan tanya jawab ringan. Ustaz Shobirin juga mengingatkan jamaah untuk mensyukuri nikmat kemerdekaan serta menjaga kebhinekaan sebagai wujud cinta tanah air yang sejalan dengan ajaran Islam.
Acara juga dihadiri Bupati Kutim H. Ardiansyah Sulaiman didampingi istri Ny. Hj. Siti Robiah serta anggota DPRD Provinsi Kaltim H Arfan. Dalam sambutannya, Bupati mengajak umat Islam untuk menjadikan Maulid sebagai refleksi atas keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam seluruh aspek kehidupan.
“Rasulullah SAW adalah teladan terbaik. Kita memperingati Maulid bukan sekadar seremonial, tetapi bagaimana meneladani akhlaknya dalam keseharian, dalam keluarga, pekerjaan, dan masyarakat,” kata dia di hadapan ribuan jamaah yang tetap khidmat mengikuti acara.
Ardiansyah menambahkan, kecintaan kepada Rasulullah hendaknya diwujudkan secara berkelanjutan. Bahkan, Rasulullah sendiri memperingati hari kelahirannya setiap Senin dengan berpuasa. Maka semangat Maulid seharusnya menjadi bagian dari keseharian umat Islam.
Ribuan jamaah dari berbagai kelompok pengajian datang berduyun-duyun memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H di Gedung Majelis Taklim Akbar Kecamatan Bengalon, Kutai Timur. Di tengah lantunan solawat dan doa, gema cinta Rasul terdengar begitu kuat, mengikat kebersamaan warga Bengalon dalam satu semangat meneladani akhlak rasulullah.
Acara ditutup dengan doa bersama dan pembagian simbolik pohon maulid. Tradisi khas masyarakat Bengalon yang dihiasi hasil bumi, telur, dan perlengkapan rumah tangga. (ADV/ProkopimKutim/KP)


