27.7 C
East Kalimantan
Jumat, 17 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sekcam Kombeng: Jangan Malu dan Takut Periksa Dini Penyakit TBC

KOMBENG — Sekretaris Kecamatan Kombeng Uleh Juk menyatakan apresiasi atas langkah Dinas Kesehatan Kutai Timur (Dinkes Kutim) yang menghadirkan layanan kemanusiaan bertajuk Active Case Finding (ACF). Fokus program ini adalah melacak dan menekan penyebaran Tuberkulosis (TBC) melalui pemeriksaan paru secara gratis dengan X-Ray.

“Jangan malu, jangan takut. Pemeriksaan ini untuk kebaikan bersama. Justru yang malu memeriksa, bisa berisiko menularkan pada orang terdekat,” kata Uleh di hadapan ratusan warga yang hadir mengantre di Balai Pertemuan Desa Makmur Jaya, untuk mendapatkan pelayanan gratis tersebut.

Menurut Uleh, Dinkes Kutim tidak hanya menghadirkan layanan, tetapi juga sebelumnya telah mengedukasi masyarakat melalui Puskesmas Muara Wahau dan Kombeng. Untuk mendukung program ini, pihaknya bersama Forkopimcam dan para kepala desa telah menyebarkan informasi kegiatan ini secara masif. Dukungan logistik dan teknis pun disiapkan agar pemeriksaan bisa berjalan lancar, akurat, dan menjangkau sebanyak mungkin warga.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimcam, perwakilan BLUD Kombeng, perangkat desa, dan tokoh masyarakat. Pemeriksaan massal berlangsung tertib dengan prosedur yang ketat. Setiap warga yang datang lebih dulu mengisi formulir skrining gejala, lalu diarahkan ke bilik X-Ray untuk pemeriksaan lanjutan.

Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan atau pelengkap program Dinkes Kutim semata. Ini bagian dari strategi nasional yang dirancang Kementerian Kesehatan RI untuk mempercepat eliminasi TBC, penyakit menular yang masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat Indonesia, termasuk Kutim. Dibalut tema “Kontak dengan penderita TBC, tinggal serumah, batuk tidak kunjung sembuh? Ayo periksa X-Ray paru!”, acara ini menyasar warga yang punya riwayat kontak erat dengan pasien TBC atau mengalami gejala ringan namun berpotensi infeksi.

Menurut data Dinas Kesehatan Kutim, wilayah seperti Muara Wahau dan Kombeng masuk dalam zona yang perlu perhatian serius terkait TBC. Faktor kepadatan hunian, mobilitas antarwilayah, dan keterbatasan akses layanan kesehatan menjadi tantangan tersendiri. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru