27.7 C
East Kalimantan
Jumat, 17 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kala Wabup Mahyunadi Susuri Desa, Evaluasi Pembangunan Infrastruktur Jalan

MUARA BENGKAL — Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi melakukan kunjungan lapangan ke Kecamatan Muara Bengkal bersama rombongannya. Ia menyusuri jalur vital jalan kabupaten penghubung antarwilayah Kutim di pedalaman. Mulai dari Desa Senambah di Muara Bengkal, lalu mampir ke kantor Camat Muara Ancalong. Ia juga berkunjung ke Desa Senyiur hingga menembus Desa Long Bentuk di Kecamatan Busang.

Baginya, kunjungan lapangan ini menjadi bagian dari evaluasi pembangunan infrastruktur Kutim tahun berjalan dan menilik perencanaan tahun berikutnya. Pemerintah daerah menargetkan penguatan konektivitas antarwilayah sebagai prasyarat percepatan pembangunan sektor ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan. Dan untuk itu, jalan adalah kunci.

Dalam perjalanannya, beberapa kali ia meminta kendaraan berhenti. Salah satu titik yang disorotnya adalah perawatan jalan poros Rantau Pulung-Batu Ampar yang ditangani dengan sistem swakelola.

“Ini dirawat pakai swakelola ya?” tanya Mahyunadi kepada Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Wahasuna Aqla yang mendampingi.

“Benar, Pak,” jawab pria yang akrab disapa Aqla itu. “Dirawat yang baik, gunakan batu yang sesuai,” tegasnya.

Jalan poros memang sangat krusial. Ia menghubungkan belasan desa dengan akses ekonomi dan pelayanan publik. Program swakelola digunakan untuk mengejar efisiensi, tapi Mahyunadi tak ingin efisiensi itu mengorbankan mutu.

Desa-desa yang dikunjunginya bukan nama baru di telinga birokrat Kutim itu. Namun tetap saja menuntut perhatian serius. Desa Senambah dan Desa Senyiur dikenal sebagai kawasan potensial perkebunan rakyat. Namun sayangnya akses jalan kerap menjadi hambatan pemasaran dan geliat perekonomian. Sementara Long Bentuk di Busang juga menjadi perhatian karena akses menuju desa ini sebagian masih berupa jalur tanah yang licin saat hujan.

Bagi Mahyunadi, kualitas jalan bukan semata urusan teknis saja tetapi juga urusan keadilan akses bagi warga yang hidup di desa. Mereka yang selalu berjuang dengan kondisi jalan di setiap musim hujan datang. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru