19.2 C
East Kalimantan
Jumat, 17 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

PUPR Kutim Jadi Perbincangan, Wakil Ketua DPRD Prayunita Minta Segera Lakukan Evaluasi

SANGATTA – Insiden viral yang memperlihatkan sejumlah orang di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kutai Timur berjoget di atas meja kantor sambil melakukan aksi sawer menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk Wakil Ketua II DPRD Kutai Timur, Prayunita Utami.

“Saya sangat menyayangkan kejadian ini. Hal semacam ini bisa memberikan stigma negatif terhadap instansi pemerintah dan menurunkan kepercayaan masyarakat,” ungkap Prayunita saat dihubungi melalui telepon pada Senin, (17/2/2025). Ia menambahkan bahwa insiden tersebut kini menjadi perbincangan hangat di dunia maya dan juga tersebar di grup WhatsApp para anggota DPRD Kutai Timur.

Menanggapi hal ini, Pray—sapaan akrabnya—segera menghubungi Sudirman Latif, Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Kabupaten Kutai Timur, untuk meminta agar masalah tersebut segera ditanggapi dengan serius. Menurut Pray, meski kejadian tersebut terjadi di luar jam kerja, perilaku seperti itu tetap tidak pantas, apalagi jika benar adanya Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terlibat.

Pray juga menyoroti kondisi keuangan Kabupaten Kutai Timur yang masih fluktuatif, di tengah fakta bahwa Dinas PUPR memiliki utang yang cukup besar kepada pihak ketiga. “Dinas PUPR merupakan salah satu instansi dengan utang yang cukup banyak, dan kinerjanya harus benar-benar diawasi dan diperbaiki,” imbuhnya.

Ia juga menambahkan bahwa meskipun beberapa pekerjaan sudah selesai pada Desember 2024 lalu, masih ada tunggakan pembayaran yang belum diselesaikan hingga saat ini. Oleh karena itu, ia berharap pihak-pihak terkait dapat mengambil langkah tegas agar kejadian serupa tidak terulang.

Pray pun menekankan pentingnya menjaga citra dan integritas institusi pemerintahan di Kabupaten Kutai Timur, serta meminta agar evaluasi ekstensif terhadap kinerja Dinas PUPR segera dilakukan.

“Kita tidak bisa mengabaikan integritas dan profesionalisme dalam pelayanan publik. Pembangunan daerah harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab,” tegas Pray.

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru