19.7 C
East Kalimantan
Jumat, 17 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

PSU di Kukar Tembus 60 Persen, Pemkab Tetap Apresiasi Antusiasme Warga

Kukar – Meski tak setinggi Pilkada sebelumnya, partisipasi masyarakat dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kutai Kartanegara tetap menunjukkan antusiasme yang patut diapresiasi. Angkanya menembus lebih dari 60 persen, di tengah tantangan cuaca hingga momentum libur panjang.

Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, menyebut pelaksanaan PSU di sejumlah kecamatan berjalan lancar dan sesuai ekspektasi. Ia memastikan koordinasi dengan seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) telah dilakukan secara intensif bersama 20 kecamatan demi menjaga kelancaran proses demokrasi ini.

“Dinamika di lapangan berjalan sesuai harapan. Alhamdulillah, sejauh ini tidak ada masalah krusial yang mengganggu jalannya PSU,” ucap Sunggono usai memimpin rapat koordinasi di Ruang Eksekutif Kantor Bupati Kukar, Sabtu (19/4/2025).

Kendati diwarnai sejumlah tantangan seperti hujan dan perpindahan lokasi tempat pemungutan suara (TPS), pelaksanaan tetap berlangsung kondusif. Bahkan, Sunggono menilai kondisi tersebut justru memantik semangat warga untuk datang memilih.

Namun, penurunan angka partisipasi dibanding Pilkada sebelumnya tetap menjadi perhatian. Sejumlah faktor disebut memengaruhi, mulai dari warga yang bepergian saat libur panjang, hingga para pekerja yang lebih memilih tetap masuk kerja karena mendapat insentif tambahan.

“Sejak Jumat sudah libur, jadi banyak yang keluar daerah. Ada juga pelajar yang sudah kembali ke tempat asal. Tapi secara umum, partisipasi di atas 60 persen masih tergolong bagus,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kukar, Rinda Desianti, menilai turunnya partisipasi dalam PSU kali ini sebagai hal wajar. Terlebih, proses persiapan PSU dilakukan dalam waktu relatif singkat.

Menurutnya, berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Mulai dari pelibatan tokoh masyarakat, kolaborasi dengan penyelenggara pemilu, hingga sosialisasi ke berbagai lini.

“Kami ingin minimal partisipasinya setara dengan Pilkada November lalu sebanyak 70,98 persen. Tapi karena datanya belum final, kita tunggu saja hasil resmi nanti,” pungkas Rinda. (adv)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru