27.7 C
East Kalimantan
Jumat, 17 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Penghargaan Satyalancana 30 Tahun Bukti Pengabdian Panjang ASN Kutim

SANGATTA – Penghargaan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya bagi 200 aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Kutai Timur menunjukkan bukti pengabdian bangsa dan negara. Dalam suasan khidmat, Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman Ardiansyah memberi penghormatan tertinggi kepada ASN yang telah mengabdi selama 30 tahun.

“Tiga dekade bukan sekadar waktu, tetapi perjalanan penuh pengabdian, tantangan, dan pengorbanan. Saudara telah menjadi saksi sekaligus pelaku dalam pembangunan daerah dari masa ke masa,” kata dia di hadapan seluruh ASN penerima penghargaan, Forkopimda, dan kepala Perangkat Daerah.

Dalam upacara penghargaan itu, Ardiansyah tidak hanya memberikan apresiasi khusus kepada penerima penghargaan berdasarkan masa pengabdian 30 tahun saja, tapi juga mereka yang sudah mengabdi selama 10 tahun dan 20 tahun.

Kepada ASN yang baru menapaki satu dekade pengabdian, ia berpesan agar menjadikan penghargaan tersebut sebagai “fondasi perjalanan panjang pengabdian yang lebih bermakna”.

Sementara itu, bagi ASN yang telah dua dekade mengabdi, penghargaan itu disebutnya sebagai “simbol keuletan, loyalitas, dan tanggung jawab”. Ia berharap keteladanan dan semangat pengabdian para ASN senior itu menjadi inspirasi bagi generasi muda birokrasi di Kutim.

Ardiansyah menegaskan bahwa ASN merupakan “tulang punggung birokrasi, ujung tombak pelaksanaan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan publik.” Dalam konteks ini, Satyalancana Karya Satya harus dimaknai sebagai dorongan moral untuk memperkuat etos kerja dan tanggung jawab publik.

“Semangat pengabdian ASN sangat dibutuhkan untuk mewujudkan visi pembangunan daerah kita, ‘Terwujudnya Kutai Timur yang Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing’,” ujarnya.

Ia menjelaskan, visi tersebut mencakup tiga dimensi besar. Yaitu ketangguhan menghadapi perubahan zaman, kemandirian dalam mengelola potensi daerah. Serta daya saing dalam peningkatan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan.

“Penghargaan ini jangan hanya dimaknai sebagai tanda jasa semata, tetapi juga sebagai cerminan tanggung jawab moral untuk terus menjaga dedikasi dan etos kerja di masa yang akan datang,” tegasnya. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru