27.5 C
East Kalimantan
Jumat, 17 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pemkab Kutim Akan Perbanyak Rute Penerbangan untuk Mudahkan Investor

SANGATTA – Pemerintah Kutai Timur siap memfasilitasi dua proyek investasi raksasa di kawasan industri Batuta Chemical Industrial Park (BCIP) yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) dan di Kawasan Maloy. Namun, realisasi investasi besar-besaran ini sangat bergantung pada aksesibilitas.

“Beberapa investor yang memiliki niat berinvestasi ke Kutim mengeluhkan lamanya jarak dan waktu perjalanan. Rute penerbangan yang lebih cepat ini dapat mendatangkan investor,” kata Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan pemkab Kutim berupaya mengatasi keluhan investor ini dengan cara proaktif melobi perusahaan Kaltim Prima Coal (KPC) untuk menambah lintasan terbang pesawat. Penambahan rute penerbangan tidak hanya melayani kepentingan korporasi, tetapi juga dibuka untuk masyarakat umum sehingga dapat memangkas waktu tempuh dari Sangatta ke Balikpapan dan mempercepat mobilitas bisnis.

Dengan adanya proyek strategis dan dukungan akses yang memadai, Ardiansyah optimistis Kutim memiliki semua yang dibutuhkan untuk menjadi daerah mandiri, tangguh, dan berdaya saing.

Ia juga menyoroti pentingnya BCIP yang terletak di Kecamatan Bengalon. Kawasan ini digadang-gadang menjadi pengembangan industri kimia terpadu pertama di Asia Tenggara yang secara khusus fokus pada hilirisasi batubara.

Proyek ini sangat strategis karena mencakup pembangunan pabrik gasifikasi batubara (Coal to Methanol) dan pabrik amonium nitrat. Ardiansyah menyebutkan bahwa proyeksi investasi di kawasan BCIP diperkirakan mencapai angka fantastis hingga Rp 40 triliun.

“Kawasan kimia di Kutim adalah BCIP, yang menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Kita tinggal menunggu kapan [proyeksi investasi triliunan rupiah] ini beroperasi,” ungkap Bupati beberapa waktu lalu.

Selain BCIP, investasi di kawasan Maloy juga menunjukkan minat besar. Bupati menyebut ada perusahaan besar dengan investasi Rp 6 triliun yang telah menyewa lahan selama dua tahun dan saat ini investasinya sedang dipelajari. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru