23.5 C
East Kalimantan
Sabtu, 18 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pembangunan 77 Rumah Korban Kebakaran Gunakan APBD Perubahan

SANGATTA – Wakil Bupati Kutai Timur H. Mahyunadi mengatakan pembangunan kembali 77 rumah korban kebakaran di Desa Batu Timbau dan Batu Timbau Ulu, Kecamatan Batu Ampar, segera teralisasi. Pemerintah daerah memastikan bantuan ini tidak lagi sekadar janji.

“Insya Allah tahun ini kita bangun. Anggarannya sudah disiapkan di APBD Perubahan tahun 2025,” kata Mahyunadi dalam rapat finalisasi daftar penerima bantuan digelar di Ruang Arau, Kantor Bupati Kutim.

Mahyunadi menegaskan, langkah ini bukan hanya proses administratif, tetapi komitmen nyata pemerintah daerah untuk memulihkan kehidupan warga yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran.

“Tadi kita sudah rapatkan nama-nama yang berhak menerima bantuan relokasi dan renovasi rumahnya. Ada 77 rumah yang sudah terverifikasi yang memang layak untuk menerima bantuan,” tegasnya.

Namun ia tetap mengingatkan agar seluruh tahapan penyaluran berjalan dengan penuh kehati-hatian. Dia tidak ingin bantuan ini menimbulkan masalah hukum di kemudian hari. Jadi ia mengingatkan agar semuanya harus disiapkan dengan matang.

Senada, Kepala BPBD Kutim Sulastin menyebut koordinasi antarperangkat daerah terus dilakukan. Untuk memastikan distribusi bantuan berjalan lancar.

“Data yang digunakan merupakan hasil verifikasi di lapangan,” katanya.

Sebagai informasi, musibah kebakaran yang melanda Desa Batu Timbau dan Batu Timbau Ulu terjadi beberapa bulan lalu. Api diduga berasal dari salah satu rumah warga yang mengalami korsleting listrik.

Dalam waktu singkat, kobaran api membesar dan merembet ke rumah-rumah lainnya yang mayoritas terbuat dari kayu. Malam itu, puluhan kepala keluarga hanya bisa menyelamatkan diri bersama anak-anak mereka, sementara harta benda hangus terbakar.

Sebanyak 77 rumah dilaporkan rata dengan tanah. Warga terpaksa tinggal sementara di rumah kerabat maupun menempati bangunan darurat yang disediakan pemerintah desa. Kehilangan tempat tinggal menjadi pukulan berat, namun solidaritas antarwarga tetap terjaga. Bantuan darurat berupa makanan, pakaian, dan tenda darurat sempat disalurkan, tetapi kebutuhan rumah layak huni tetap menjadi harapan utama. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru