25.5 C
East Kalimantan
Selasa, 21 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Muriansyah Suarakan Keprihatinan: Anak Didik Jadi Korban, Pemerintah Diharap Segera Bertindak

Bengalon – Tragedi yang menimpa salah satu siswa SD di Bengalon akibat serangan hewan liar di kawasan kanal Desa Sepaso Selatan menyisakan duka yang mendalam. Namun lebih dari itu, pihak sekolah juga menyuarakan keprihatinan mendalam terhadap kondisi lingkungan sekitar yang dianggap semakin tidak aman bagi aktivitas anak-anak.

Insiden tersebut terjadi saat korban sedang bermain bola bersama teman-temannya tak jauh dari permukiman warga. Korban sempat mencoba mengambil bola yang terjatuh ke dekat kanal sebelum akhirnya mengalami serangan dari hewan buas yang diduga buaya.

“Kami sangat berduka atas kepergian salah satu siswa kami. Namun, kami juga ingin menyampaikan bahwa ini bukan semata musibah. Ini adalah tanda bahaya nyata yang perlu segera ditanggapi secara serius oleh semua pihak, terutama pemerintah,” ujar Muriansyah Kepala SDN di Bengalon dalam keterangannya.

Sekolah melihat bahwa banyak wilayah tempat tinggal warga di Bengalon, terutama yang dekat kanal dan sungai, kini telah berubah menjadi zona rawan. Minimnya ruang bermain aman bagi anak-anak turut memperparah situasi.

“Anak-anak di sini sangat terbatas ruang bermainnya. Mereka bermain di sekitar rumah, lapangan seadanya, bahkan di pinggir kanal. Tapi jika lingkungan ini terus dibiarkan tidak aman, kami khawatir kejadian serupa bisa terulang kapan saja,” lanjut pihak sekolah.

Untuk itu,puhak sekolah menyampaikan harapan besar kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dan instansi terkait untuk paling tidak melakukan peninjauan dan pemetaan zona rawan konflik satwa liar, khususnya di wilayah-wilayah permukiman padat yang berdekatan dengan kanal dan sungai.

Kemudian memberikan edukasi dan sosialisasi keselamatan lingkungan kepada masyarakat dan sekolah, termasuk langkah-langkah pertolongan pertama jika terjadi kejadian serupa.

Menyediakan ruang bermain anak yang aman dan memadai, sebagai bagian dari hak dasar anak dalam tumbuh kembang yang sehat secara fisik maupun psikologis. terakhir Muriansyah ingin pemerintah dan pihak terkait untuk menempatkan tanda-tanda peringatan atau pengamanan di sekitar lokasi rawan satwa liar.

“Kami bukan hanya ingin berduka, kami ingin ada perubahan nyata. Keselamatan anak-anak harus jadi prioritas kita bersama,” tutupnya.

Dengan suara yang mewakili kekhawatiran banyak orang tua dan guru, Murianysah berharap tragedi ini menjadi momentum bagi semua pihak untuk bertindak sebelum nyawa berikutnya kembali jadi korban.

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru