25.6 C
East Kalimantan
Selasa, 21 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Miliki 4 Daerah Aliran Sungai, Kutai Timur Berisiko Banjir Besar

SANGATTA –  Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Pemerintahan Umum dan Kesra Kabupaten Kutai Timur Trisno menyoroti fakta geografis Kutim yang memiliki empat Daerah Aliran Sungai (DAS). Menurutnya, posisi ini menjadikan Kutim daerah dengan risiko banjir yang sangat tinggi.

Trisno juga mengingatkan kembali tantangan yang dihadapi saat penanganan banjir di Sangatta pada tahun 2022, di mana penanganan sempat terhambat. “Persiapan adalah kunci dalam penanganan bencana,” kata Trisno mewakili Bupati Kutim dalam acara sosialisasi di Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi, Sangatta, Kutai Timur.

Ia mengatakan bahwa banjir dapat diprediksi 24-48 jam sebelumnya jika didukung oleh alat deteksi yang memadai, seperti alat pengukur ketinggian air. Ia mencontohkan pengalamannya menggunakan aplikasi ArcGIS untuk mitigasi banjir, yang memungkinkan penanganan secara optimal. “Semoga dengan adanya Dokumen Kontingensi Banjir ini, mitigasi banjir di Kutim dapat dilakukan secara maksimal,” harapnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Timur Sulastin, mengatakan bahwa banjir merupakan salah satu ancaman bencana paling sering terjadi di wilayah Kutim. Kolaborasi lintas instansi dan pembentukan posko siaga menjadi langkah penting dalam mengurangi risiko dan mempercepat respon darurat di lapangan.

“Potensi banjir yang tinggi di Kutim mendasari pentingnya kegiatan ini. Tujuannya adalah untuk menyusun skenario penanggulangan banjir yang terstruktur dan terkoordinasi,” ujarnya.

Kegiatan ini dibagi menjadi tiga agenda utama yakni sosialisasi dokumen, gladi ruang (table top exercise/TTX), dan gladi posko (command post exercise/TCX). Gladi ruang dan posko menjadi wadah untuk menguji kesiapan operasional dan koordinasi antarinstansi dalam menghadapi situasi darurat.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kaltim yang diwakili oleh Ivan Ramdhany, menekankan pentingnya tanggap dan sigap dalam menghadapi bencana. “Sosialisasi ini sangat penting agar penanganan bencana dapat dilakukan secara jelas dan sistematis,” kata dia. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru