Kutai Timur – Konferensi Cabang (Konfercab) ke-X Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kutai Timur resmi dibuka pada Jumat, 26 Juni 2026, di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutai Timur.
Mengusung tema “Menciptakan Kepemimpinan yang Ulul Albab demi Terciptanya Revolusi Organisasi di Era Disrupsi Society 5.0”, kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Timur yang mewakili Pemerintah Daerah, unsur Forkopimda, DPD KNPI Kutai Timur, DPC GMNI Kutai Timur, HMI Kutai Timur, serta berbagai organisasi kepemudaan lainnya.
Ketua PC PMII Kutai Timur, A. Nur Ihsan Bahri, dalam sambutannya menegaskan bahwa Konfercab bukan sekadar forum pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi ruang dialektika untuk melahirkan gagasan dan pemimpin yang mampu membawa organisasi semakin maju.
“Melalui Konfercab ini saya ingin menjadikannya sebagai ruang dialektika dan mampu melahirkan pemimpin baru yang dapat membawa PMII Kutai Timur menjadi lebih kokoh ke depannya,” ujarnya.
Menjelang berakhirnya masa kepengurusannya, Bahri juga berpesan kepada calon ketua terpilih agar mampu membangun organisasi hingga ke tingkat kader serta menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.
“Saya berharap setelah kepengurusan kami berakhir, ketua yang baru mampu melihat sampai ke bawah, merawat kader, dan membawa perubahan yang nyata bagi masyarakat Kutai Timur,” lanjutnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua DPD KNPI Kutai Timur, Aviburahman Al Gazali atau yang akrab disapa Abi, menekankan pentingnya standar kepemimpinan yang lebih baik bagi nahkoda PMII berikutnya.
“Saya melihat Ketua PC PMII saat ini memiliki standarnya sendiri. Maka pemimpin yang akan datang harus memiliki standar yang lebih tinggi agar organisasi terus berkembang dan semakin baik dalam merawat tubuh organisasi,” tegas Abi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kutai Timur yang hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Kutai Timur sekaligus membuka secara resmi Konfercab X PMII menegaskan bahwa gerakan mahasiswa memiliki peran penting sebagai mitra kritis pemerintah.
“Saya senang ketika PMII aktif menanggapi isu-isu nasional maupun daerah, serta terus menjalankan kaderisasi. Ketika mahasiswa mampu membangun gerakan yang baik, mereka menjadi alarm dan pengingat bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan agar tetap berada di jalur yang benar,” ungkapnya.
Ia juga berharap Konfercab X PMII Kutai Timur mampu menghasilkan pemimpin terbaik yang akan membawa organisasi semakin maju.
“Melalui Konfercab ini saya berharap lahir pemimpin yang terbaik dari yang terbaik. Selamat dan sukses berkonferensi,” tuturnya.
Prosesi pembukaan ditandai dengan ketukan mic sebanyak tiga kali sebagai simbol resmi dibukanya Konferensi Cabang ke-X PC PMII Kutai Timur. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama seluruh tamu undangan dan peserta Konfercab.


