26.2 C
East Kalimantan
Rabu, 22 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Miliki 2 Dokter Bedah Saraf Tetap, RSUD Kudungga Siap Jadi RS Rujukan

SANGATTA – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga Sangatta, Kutai Timur, sukses melakukan operasi bedah saraf kompleks yang pertama di Kutai Timur. Ini menjadi catatan sejarah di Kutim yang menunjukkan kemampuan RSUD Kudungga sudah setara dengan layanan di rumah sakit nasional.

Menurut Direktur RSUD Kudungga dr. Muhammad Yusuf, RSUD Kudungga kini memiliki dua dokter bedah saraf tetap yaitu dr. Heru Kustono, M.Ked.Klin., Sp.BS dan dr. Mirza Aditya, Sp.BS, yang memperkuat kemampuan rumah sakit untuk mandiri dalam menangani kasus-kasus saraf ke depannya.

“Program ini diinisiasi oleh Komite Medik kami dengan semangat peningkatan mutu profesi tenaga medis khususnya dokter bedah saraf. Harapan kami, ke depan tindakan-tindakan seperti ini dapat dilaksanakan secara mandiri di RSUD Kudungga,” ujar Yusuf.

Pencapaian itu terjadi dalam rangkaian Program Pendampingan Operasi (Proctoring) dan Mini Simposium Bedah Saraf yang berlangsung belum lama ini. Program ini menghadirkan dua ahli bedah saraf nasional yaitu dr. Assadullah, M.Ked.Klin., Sp.BS (RS Mitra Keluarga Surabaya) dan dr. Guna Hutomo Putra, M.Ked.Klin., Sp.BS (RS Universitas Airlangga Surabaya). Mereka yang mendampingi tim medis RSUD Kudungga dalam melakukan sejumlah tindakan bedah berisiko tinggi.

Selama kegiatan berlangsung, tim medis berhasil menangani beberapa kasus besar seperti cedera pleksus brakialis, HNP (saraf terjepit), hingga kista tarlov dengan teknik operasi tingkat lanjut. Di antaranya: nerve transfer, microscopic laminectomy decompression, serta injeksi manajemen nyeri dengan pendekatan minimal invasif.

Dengan keberhasilan pelaksanaan operasi saraf kompleks ini, RSUD Kudungga membuktikan diri bahwa rumah sakit daerah mampu sejajar dengan fasilitas medis di kota besar. Dari ujung timur Kalimantan, semangat kemandirian dan profesionalisme kini tumbuh kuat — membentuk fondasi baru layanan kesehatan berbasis keahlian dan keberanian berinovasi.

“Kami ingin menjadi rumah sakit rujukan terkemuka dan terpercaya di Kalimantan Timur. Dan hari ini, kami membuktikan bahwa itu bukan sekadar visi,” tutup dr. Muhammad Yusuf. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru