Kukar – Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong terus memperkuat langkah pembangunan berbasis lingkungan dan kesehatan masyarakat. Memasuki tahun 2025, tiga program utama kembali menjadi prioritas utama, yaitu pelestarian bantaran Sungai Loa Ipuh, penanganan stunting, serta penguatan pengelolaan sampah berbasis ekonomi.
Lurah Loa Ipuh, Erri Suparjan menyampaikan, seluruh kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari program yang telah dijalankan sejak tahun 2024. Namun, pada tahun ini fokusnya diarahkan pada optimalisasi dampak dan keberlanjutan.
“Target 2025 ini masih tetap untuk keberlanjutan program yang di tahun 2024,” jelas Erri, Kamis (17/4/2025).
Untuk menjaga kelestarian lingkungan, pihak kelurahan menggagas program penghijauan di sepanjang bantaran Sungai Loa Ipuh guna mencegah abrasi. Ratusan bibit pohon akan ditanam sebagai langkah perlindungan ekologis yang melibatkan partisipasi warga.
Di bidang kesehatan, Kelurahan Loa Ipuh terus mengambil peran dalam upaya penanggulangan stunting. Dukungan diberikan dalam bentuk program penguatan gizi dan edukasi keluarga, yang secara langsung terintegrasi dengan program nasional maupun daerah.
“Supporting-nya dengan program Rp 50 juta per rukun tetangga, sesuai dengan arahan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kutai Kartanegara,” sebut Erri.
Sementara dalam aspek lingkungan dan pemberdayaan ekonomi, pengelolaan sampah menjadi fokus penting. Melalui Bank Sampah Seroja yang telah berjalan sejak 2024, warga diajak mengubah cara pandang terhadap sampah—bukan sebagai limbah, melainkan sebagai sumber nilai tambah ekonomi.
“Target 2024 memang belum tercapai, tetapi sudah mulai, dan ada yang sudah berhasil. Itu menjadi salah satu menstimulasi masyarakat lainnya,” pungkasnya. (ADV)


