22.5 C
East Kalimantan
Selasa, 21 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

KPC: Wiranusa 2025 untuk Membangun Kutim yang Mandiri dan Berdaya Saing

SANGATTA – Ketua panitia program Wirausaha Nusantara (Wiranusa) 2025 sekaligus Superintendent Local Business Development PT. Kaltim Prima Coal (KPC) Faizal mengatakan pendekatan kurikulum praktis dan mentoring langsung dalam program Wiranusa diharapkan menjadi katalis lahirnya pelaku usaha lokal yang memiliki visi global.

Selain meningkatkan kapasitas individu, program ini juga mendorong terbentuknya koperasi dan komunitas usaha yang dapat menjadi fondasi ekonomi berkelanjutan di Kutim. “Ini bukan sekadar pelatihan, tapi langkah nyata membangun Kutim yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing,” kata dia.

Faisal juga menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari Bupati Kutim H. Ardiansyah Sulaiman dan pemerintah daerah terhadap ekosistem kewirausahaan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Kehadiran beliau adalah bentuk nyata dukungan terhadap peningkatan kapasitas pelaku usaha lokal di Kutim,” ucapnya.

Manajemen PT. KPC yang diwakili oleh Manager Community Empowerment Dept, Nanang Supriyadi, juga menegaskan pentingnya program ini sebagai bentuk komitmen perusahaan terhadap penguatan UMKM di daerah. “Program ini menjadi titik tolak bagi pelaku usaha lokal untuk tumbuh secara mandiri dan berdampak luas,” jelas Nanang.

Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman mendukung penuh program Wiranusa 2025 karena dianggap dapat mendorong lahirnya entrepreneur lokal. Program yang digagas PT. Kaltim Prima Coal (KPC) bersama Young Entrepreneur Academy (YEA) ini diharapkan mampu mencetak wirausaha tangguh dan mandiri di Kutai Timur.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Kutim untuk menjadi pelaku usaha yang mampu memanfaatkan potensi sumber daya alam secara bijak dan berkelanjutan,” kata dia dalam sambutannya di Ruang Pelangi, Hotel Royal Victoria.

Sebagai simbol dimulainya program, dilakukan penyematan pin Wiranusa 2025 kepada tiga peserta perwakilan yakni Peserta Terjauh: Widyawati, Owner Nanami Cake dari Karangan.Peserta Tertua yaitu Muhammad Ali (48 tahun), Owner Batik Ali dari Rantau Pulung dan Peserta Termuda yaitu Novia Beyti Nur Aini (22 tahun), Owner Ismoon dari Sangatta Utara. Ketiganya mewakili keberagaman latar belakang pelaku UMKM Kutim (ADV/ProkopimKutim/KP)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru