26.2 C
East Kalimantan
Rabu, 22 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Jadi Kawasan Pertanian Modern, Pemupukan Sawah di Desa Sekerat Menggunakan Drone

BENGALON — Lahan seluas 100 Hektare di Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur kini menjadi percontohan pertanian modern berbasis teknologi. Di atas hamparan sawah di Desa Sekerat itu, melayang drone yang melakukan pemupukan menggantikan tangan manusia dan ponsel pintar menjadi alat baru pengelolaan lahan.

Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa modernisasi bukan sekadar soal alat atau teknologi melainkan juga perubahan pola pikir petani. “Kami mendorong petani khususnya generasi muda untuk berkolaborasi dengan pelaku usaha. Petani tidak lagi diposisikan sebagai pekerja tradisional. Mereka harus menjadi pengusaha tani. Pemilik usaha agrikultur,” kata dia saat menghadiri pembukaan lahan pertanian di Desa Sekerat.

Menurut Ardiansyah, penggunaan teknologi modern ini sejalan dengan visi Pemkab Kutim untuk mendorong kemandirian pangan dan membangun ekosistem agribisnis berdaya saing global. Langkah awal transformasi ini dilakukan di lahan seluas 100 hektare yang disiapkan sebagai kawasan percontohan. Di sinilah program besar Pemkab Kutim diuji yaitu mengubah petani menjadi pengusaha tani bukan sekadar pelaksana produksi melainkan pelaku ekonomi yang mandiri dan inovatif.

“Pertanian adalah salah satu program prioritas kami. Desa-desa di Kutai Timur menyimpan potensi besar sebagai lumbung pangan daerah, dan kami ingin mengembangkannya secara modern,” tegasnya.

Program ini sejalan dengan agenda nasional kemandirian pangan serta industrialisasi pertanian berbasis desa. Pemerintah menekankan pentingnya membangun rantai nilai pertanian terpadu dari budidaya hingga pengolahan dan pemasaran produk yang dapat dikelola oleh masyarakat secara kolektif.

“Kami tidak ingin slogan ‘petani desa’ hanya menjadi romantisme. Kami ingin mereka benar-benar menjadi pengusaha tani, dengan semangat modern, kolaboratif, dan berdaya saing tinggi,” ujar Ardiansyah.

Desa pesisir ini dipilih karena memiliki karakteristik lahan yang subur dan potensi besar untuk menjadi laboratorium hidup bagi pertanian digital. Pemerintah mulai memperkenalkan alat-alat pertanian modern, seperti traktor otomatis, sensor kelembapan, dan drone untuk pemupukan presisi. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru