Kutai Timur – Politisi PDI Perjuangan yang juga Anggota DPRD Kutai Timur, Faizal Rachman, menyampaikan pandangannya terkait proses penjaringan Ketua DPC PDI Perjuangan Kutai Timur. Ia menegaskan bahwa mekanisme penjaringan di tubuh partai banteng moncong putih berjalan dengan sistem demokrasi terpimpin, sesuai dengan tradisi politik yang diwariskan oleh Bung Karno.
Faizal mengungkapkan bahwa dirinya masuk dalam bursa pencalonan Ketua DPC PDI Perjuangan Kutim. Meski demikian, ia menekankan bahwa siapapun yang mendapat kepercayaan nantinya harus benar-benar meneladani ajaran Bung Karno dan arahan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.
“Langkah seorang kader PDI Perjuangan adalah turun langsung ke basis masyarakat, ikut bersama rakyat, mendengarkan dan mendampingi keluh kesah mereka. Dan yang paling penting, memperjuangkan apa yang menjadi aspirasi rakyat sekuat tenaga,” ujar Faizal. saat diwawancarai di Hotel Royal Viktoria. Rabu (10/09/25).
Menurutnya, posisi Ketua DPC bukan sekadar jabatan formal, melainkan amanah ideologis untuk menjaga marwah partai. Ia menegaskan bahwa PDI Perjuangan di Kutai Timur harus hadir di tengah rakyat, khususnya di saat masyarakat menghadapi persoalan hidup sehari-hari.
“Bagi kami, kader PDI Perjuangan tidak boleh hanya berdiam di gedung atau ruang rapat. Kita harus menyatu dengan rakyat, mendengar apa yang mereka rasakan, lalu menjadikannya bahan perjuangan politik di parlemen maupun eksekutif,” tambahnya.
Faizal menutup pernyataannya dengan optimisme bahwa proses penjaringan Ketua DPC PDI Perjuangan Kutim akan memperkuat konsolidasi partai. Baginya, siapapun yang terpilih nantinya, PDI Perjuangan Kutim harus tetap solid, teguh pada garis ideologi, dan konsisten berpihak pada rakyat kecil.


