Samarinda – Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar menyoroti beberapa persoalan teknis dalam penanganan banjir di Kota Tepian. Hal itu disampaikan usai rapat evaluasi bersama Dinas PUPR pada Kamis (15/5/2025).
Deni menyebut pihaknya meminta penjelasan soal strategi dan progres penanganan banjir, khususnya pascahujan deras sejak Senin (12/5) yang menyebabkan sejumlah kawasan masih tergenang, seperti Bengkuring dan Loa Janan Ilir.
“Saat ini drainase yang kita miliki itu mungkin belum bisa menampung intensitas hujan sampai 100–135 mm per detik,” ujarnya.
Menurut Deni, optimalisasi sistem drainase belum cukup. Ia juga menyoroti minimnya kolam retensi di kawasan perumahan, serta lemahnya pengawasan terhadap aktivitas pengupasan lahan yang memperparah banjir.
“Kita ingin tahu titik-titik yang menjadi fokus penanganan, agar DPRD bisa memberikan dukungan, terutama dalam hal anggaran,” jelas politisi Gerindra itu.
Ia berharap ada sinergi lebih baik antara Pemkot dan DPRD agar pengendalian banjir bisa dilakukan secara komprehensif.
“Semua pasti kaitan dengan dana, dan kita harapkan ke depan APBD bisa meningkat, termasuk PAD-nya. Supaya kita bisa melakukan perbaikan yang lebih besar lagi untuk pengendalian banjir,” tandasnya. (adv)


