23.5 C
East Kalimantan
Sabtu, 18 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

DPPKB Kutai Timur Genjot Program “Genting” dan “Tamasya” untuk Tekan Stunting dan Perkuat Ketahanan Keluarga

Kutai Timur, Kaltimpop.com — Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur terus meningkatkan upaya penguatan ketahanan keluarga melalui sejumlah program inovatif yang diluncurkan tahun ini. Melalui Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga, Anik Saidah memperkenalkan beberapa program unggulan yang dirancang untuk menjawab persoalan stunting sekaligus meningkatkan kualitas pengasuhan anak dan kesejahteraan keluarga.

Di antara program tersebut, dua yang menjadi prioritas utama adalah Gerakan Orang Tua Asuh Jaga Stunting (Genting) dan Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya). Kedua program ini disebut sebagai langkah strategis yang langsung menyasar keluarga sebagai unit terkecil sekaligus pondasi pembangunan manusia di daerah.

“Program prioritas kami tahun ini ada Genting, yaitu Gerakan Orang Tua Asuh Jaga Stunting, kemudian Tamasya, Taman Asuh Sayang Anak, lalu ada Gati atau Gabungan Ayah Teladan Indonesia, serta program Lansia Berdaya,” ujar Anik seusai menghadiri rapat dengar pendapat (hearing) bersama Komisi D DPRD Kutai Timur.

Anik menjelaskan, Genting difokuskan untuk membangun peran orang tua asuh dalam mendampingi anak-anak yang masuk kategori rentan stunting. Melalui program ini, pemantauan tumbuh kembang anak dilakukan lebih terstruktur dengan melibatkan keluarga dan masyarakat. Sementara itu, Tamasya dirancang sebagai ruang edukasi yang ramah anak, tempat dimana pola pengasuhan positif dapat diterapkan dan dipantau secara efektif.

Namun dari semua program yang digagas, Anik menyebut masih ada inisiatif penting yang belum mendapat dukungan anggaran, yaitu Lansia Berdaya. Program ini merupakan bentuk “sekolah lansia” yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup warga lanjut usia agar tetap produktif dan tidak menjadi beban keluarga. “Lansia Berdaya ini sampai sekarang belum ada anggarannya. Padahal ini program yang sangat penting untuk mengangkat martabat para lansia,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga menyoroti masih minimnya peningkatan kapasitas bagi Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang berjumlah 525 orang di seluruh Kutim. Tahun ini hanya 75 anggota yang mendapatkan orientasi, padahal mereka memegang peran kunci dalam pendampingan langsung kepada keluarga.

“TPK adalah ujung tombak di lapangan. Dari 525 orang, baru 75 yang bisa diberikan orientasi. Ini tentu menjadi perhatian kami,” tegasnya.

Melalui peluncuran dan penguatan berbagai program ini, DPPKB Kutai Timur berharap dapat memperkuat ketahanan keluarga, menekan angka stunting, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh lapisan usia. Program-program tersebut juga diharapkan menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah dalam menciptakan keluarga yang sehat, produktif, dan berdaya.(Adv)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru