Kukar – Pembangunan infrastruktur pengelolaan sampah di Kutai Kartanegara (Kukar) kembali digenjot di tahun 2025. Tak hanya mengejar target lingkungan bersih, program ini juga membuka peluang ekonomi baru lewat kehadiran bank sampah yang mulai dikembangkan di sejumlah desa.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar, Slamet Hadiraharjo menyampaikan, pembangunan berjalan di beberapa titik, baik untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) maupun bank sampah. Beberapa di antaranya bahkan sudah masuk tahap konstruksi, sementara lainnya masih menyelesaikan proses perizinan.
“Pembangunannya masih berlanjut, ada yang sedang dalam proses perizinan lingkungan, dan ada juga yang sudah mulai konstruksi,” ujarnya.
Meski demikian, pembangunan infrastruktur ini tak bisa dilakukan secara mandiri oleh DLHK. Sebagian besar anggaran proyek berada di bawah kewenangan Dinas Pekerjaan Umum (PU), sehingga pelaksanaannya bergantung pada alokasi anggaran yang tersedia.
DLHK juga menggandeng Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang Kukar untuk memastikan pengadaan lahan berjalan lancar. Di beberapa desa, aset lahan bahkan telah disiapkan untuk mendukung proses hibah pembangunan TPA. Dari sejumlah wilayah yang menjadi sasaran, dua kecamatan disebut menjadi prioritas pengembangan di tahun ini.
“Yang lain masih proses perizinan, seperti Marangkayu, tapi untuk Loa Janan dan Kota Bangun, itu yang menjadi prioritas lanjutan.” tandasnya. (adv)


