
Kutai Timur, Kaltimpop.com – Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutai Timur, Andi Pasalinge, memberikan penjelasan usai menghadiri hearing bersama Komisi C DPRD Kutim. Dalam forum tersebut, ia mengapresiasi ruang diskusi yang terbuka dan konstruktif, namun sekaligus menyampaikan kekhawatiran terkait penurunan anggaran DLH untuk tahun anggaran 2026.
Menurutnya, pemotongan anggaran tersebut sangat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya dan berpotensi menghambat kinerja empat bidang utama di DLH. “Bagus saja sih hearing-nya, hanya kita kan anggaran untuk 2026 itu menurun jauh drastis daripada anggaran di 2025 kemarin,” ungkap Andi.
Ia menjelaskan bahwa total anggaran DLH untuk operasional tahun 2026 hanya berkisar Rp2 miliar, jumlah yang harus dibagi untuk empat bidang kerja, yakni pengelolaan lingkungan, pembinaan, persampahan, dan pengawasan. “Jadi per bidang itu bisa dapat sekitar 500 juta, dibagi empat bidang. Untuk pengelolaan, pembinaan, dan persampahan itu jelas kurang,” tegasnya.
Andi menilai, minimnya alokasi anggaran akan berdampak langsung pada efektivitas program prioritas DLH, terutama pengelolaan sampah yang membutuhkan biaya operasional besar serta pembinaan masyarakat terkait perilaku hidup bersih dan pengurangan polusi.
Meski begitu, Andi tetap mengapresiasi sikap Komisi C yang disebutnya cukup memahami kondisi lapangan. Ia menilai para legislator menunjukkan perhatian terhadap persoalan lingkungan yang dihadapi Kutai Timur, terutama terkait meningkatnya aktivitas industri dan pertumbuhan penduduk yang membawa tantangan baru terhadap kualitas lingkungan daerah.
“Tanggapan dari Komisi C bagus, mereka juga paham dengan kondisi kita di lapangan,” ujarnya.
Hearing tersebut juga membahas evaluasi program DLH tahun 2025 serta rencana kegiatan 2026, termasuk berbagai upaya strategis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan.(Adv)


