26.2 C
East Kalimantan
Rabu, 22 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Dengan Metode Ummi, Guru Diharapkan Dapat Membumikan Al-Qur’an

SANGATTA – Salah satu perwakilan Pimpinan Ummi Daerah Ustaz Hadiyatulloh memuji langkah Yayasan Darusalam Quran Center (DQC) yang menjadi pelopor metode Ummi di Kutai Timur. Ia pun mengajak para guru peserta pelatihan Metode Ummi untuk terus belajar dan menumbuhkan akhlak mulia.

“Semoga guru-guru dapat terus membumikan Al-Qur’an di lingkungannya masing-masing,” kata dia memantik semangat peserta yang terdiri dari guru-guru Al-Qur’an dari SDIT 1, SDIT 2, dan SMPIT Darusalam Kutai Timur (Kutim).

Sebanyak 61 guru Al-Qur’an dari SDIT 1, SDIT 2, dan SMPIT Darusalam Kutai Timur (Kutim) mengikuti pelatihan Metode Ummi di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Kutim. Pelatihan ini bertujuan memperkuat kualitas pembelajaran Al-Qur’an di sekolah Islam terpadu sekaligus menanamkan tartil dan kecintaan terhadap Al-Qur’an di tengah derasnya arus digitalisasi dan perubahan nilai di kalangan generasi muda.

Bupati Kutai Timur H. Ardiansyah Sulaiman yang menghadiri kegiatan pelatihan tersebut menyampaikan bahwa sejak 2023, Pemkab Kutim telah mengambil langkah konkret dengan memperkuat pelajaran Al-Qur’an dalam kurikulum pendidikan agama.

“Kegiatan ini penting bukan hanya untuk memperbaiki bacaan tetapi juga untuk membentuk karakter. Saya berharap para guru dapat mengembangkan diri, memperdalam metodologi, dan menjadikan proses belajar sebagai pengabdian yang berkelanjutan,” kata Ardiansyah dalam sambutannya.

Ia menyebut bahwa program pelatihan seperti ini harus terus dilanjutkan. Tidak hanya sebagai ajang peningkatan kompetensi tetapi juga sebagai upaya memperkuat identitas keagamaan dan kearifan lokal masyarakat Kutim.

Metode Ummi sendiri adalah pendekatan pembelajaran yang menekankan pada tartil. Yaitu membaca Al-Qur’an secara perlahan, benar, dan menyenangkan. Tidak hanya soal teknis vokal dan makhraj (tempat keluarnya huruf, dalam bahasa Arab maupun dalam pengucapan huruf hijaiyah Al-Quran), tetapi juga membentuk sikap dan spiritualitas pengajar agar senantiasa ikhlas dalam mentransmisikan ilmu-ilmu Qurani kepada anak didik. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru