SANGKULIRANG – Pemerintah kabupaten Kutai Timur menyambut baik operasional kapal wisata Mangala Derya Sail sebagai bagian dari strategi pengembangan pariwisata bahari yang berkelanjutan. Kehadiran Mangala Derya Sail tidak hanya memperkuat daya tarik wisata Pulau Miang tetapi juga membuka lapangan kerja dan peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar.
“Dukungan terhadap inisiatif seperti Mangala Derya Sail sejalan dengan komitmen kami untuk mengembangkan potensi pariwisata bahari yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir,” ujar Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman.
Menurut dia, keberhasilan operasional Mangala Derya Sail menjadi bukti nyata bahwa pengembangan pariwisata berbasis masyarakat dapat menjadi penggerak ekonomi yang efektif di daerah pesisir. Pengelolaan kapal wisata ini melibatkan secara aktif Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Nusa Bale sebagai pemandu wisata resmi menciptakan sinergi yang positif antara pengelola dan masyarakat lokal dalam pengembangan pariwisata.
Kapal wisata yang dikenal dengan sebutan “Keberkahan di Lautan” ini menawarkan pengalaman berlayar yang memukau mengelilingi keindahan Pulau Miang dan perairan sekitarnya. Dengan panjang 17,96 meter dan kapasitas 10-25 penumpang, Mangala Derya Sail dilengkapi fasilitas yang memadai untuk mendukung kenyamanan wisatawan.
“Antusiasme wisatawan cukup tinggi, terutama pada akhir pekan dan hari libur. Kami menawarkan dua paket wisata. Paket Lengkap dengan durasi dua hari seharga Rp 1,5 juta per orang, dan Paket Reguler dengan durasi 6 jam seharga Rp 350 ribu per orang,” kata Founder Kapal Wisata Mangala Derya Sail Asep Firmansyah.
Pemerintah Kutim menganggap kapal wisata ini sebagai bagian dari strategi pengembangan pariwisata bahari yang berkelanjutan. Ke depan, dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat, Pulau Miang diproyeksikan menjadi destinasi wisata bahari unggulan yang tidak hanya dikenal di tingkat regional tetapi juga nasional. Keberhasilan operasional Mangala Derya Sail menjadi bukti nyata bahwa pengembangan pariwisata berbasis masyarakat dapat menjadi penggerak ekonomi yang efektif di daerah pesisir. (ADV/ProkopimKutim/KP)


