22.1 C
East Kalimantan
Rabu, 22 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Bupati Kutim: Inovasi Kemandirian Pangan Padi Terapung Tumbuh dari Desa

BENGALON – Pemerintah Kutai Timur mencoba inovasi baru untuk program ketahanan pangan masyarakat di daerahnya. Inovasi pertanian dengan menanam padi terapung yang sekaligus sebagai uji coba penerapan pertanian terpadu berbasis perairan.

“Dari Tepian Langsat, kita buktikan bahwa inovasi bisa tumbuh dari desa. Dan dari desa pula, kemandirian pangan Kutim dimulai,” kata Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman saat melakukan penanaman padi terapung dan pelepasan ikan bensaian di lahan milik warga RT. 05, Desa Tepian Langsat, Kecamatan Bengalon, Kutim.

Menurut Ardiansyah, sistem ini memungkinkan tanaman padi tumbuh di permukaan air, sementara di bawahnya dilepas ikan bensaian (ikan lokal perairan tawar) yang hidup berdampingan dengan tanaman.

“Bibit padi ditanam di media apung dan ikan akan mendapatkan makanan dari akar-akar padi itu. Mudah-mudahan ini berhasil. Kita tunggu hasilnya,” ujarnya penuh optimis.

Menurut Ardiansyah, teknologi padi terapung ini bisa menjadi terobosan baru bagi daerah-daerah yang memiliki keterbatasan lahan pertanian, tetapi berlimpah sumber air. Ia berharap metode ini dapat mendukung program ketahanan pangan daerah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.

“Ini langkah luar biasa, apalagi jika berhasil dikembangkan secara masif. Inovasi ini bisa menjadi solusi bagi desa-desa dengan lahan rawa atau genangan air,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tepian Langsat, Zeky Hamzah, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kehadiran langsung Bupati dalam kegiatan tersebut.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bupati yang sudah hadir langsung meresmikan demplot ini. Ini menjadi penyemangat bagi kami masyarakat desa,” ujarnya.

Demplot padi terapung dan ikan bensaian di Tepian Langsat ini diharapkan menjadi model pertanian adaptif terhadap perubahan iklim yang bisa direplikasi di wilayah Kutim lainnya.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat, inovasi ini berpotensi menjadikan Kutai Timur pelopor pertanian apung di Kalimantan Timur—sebuah langkah nyata menuju kemandirian pangan dan ekonomi desa yang berkelanjutan. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru