18.5 C
East Kalimantan
Rabu, 22 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Bukan Seremonial: Pemuda Kutim Bawa Semangat Hardiknas ke Pelosok TNK

Kutai Timur – Jika biasanya peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dirayakan dengan upacara formal di pusat kota, sejumlah komunitas pemuda di Kutai Timur (Kutim) justru memilih jalur berbeda. Mereka melangkah keluar dari keramaian, menuju kawasan terpencil di dalam Taman Nasional Kutai (TNK), untuk menyapa generasi muda yang kerap luput dari perhatian.

Kelompok pemuda yang tergabung dalam Rumah Kolaborasi—gabungan dari Kutim Muda Inovatif (KMI), Forum Kutim Creative (FKC), Kreatif Fashion in Kutim (KRAST), dan The A Team—menggelar kegiatan peringatan Hardiknas di Sekolah Alam Dusun Melawan, Desa Pinang Raya, Kecamatan Sangatta Selatan.

Perjalanan menuju lokasi tidak mudah. Jalan terjal dan akses terbatas harus dilalui demi menjangkau sekolah yang berada di tengah kawasan konservasi. Namun, semangat para pemuda ini tak surut.

“Sekolah Alam Melawan ini letaknya sangat terpencil dan aksesnya sulit. Tapi justru itu yang mendorong kami datang. Ini menjadi pengingat bagi pemerintah, bahwa masih ada anak-anak Kutim yang kesulitan mendapatkan akses pendidikan yang layak,” ujar Ketua KMI Kutim, Ikhwan Abbas, yang akrab disapa Ibas.

Ia mengaku terkejut melihat jumlah siswa yang cukup banyak, meskipun berada di dalam kawasan TNK. Menurut informasi dari warga, hanya sedikit lulusan sekolah dasar di kawasan ini yang melanjutkan ke jenjang pendidikan menengah.

“Sebenarnya ini agak ironis—ada sekolah dan penduduk di dalam kawasan taman nasional, tapi sangat minim fasilitas. Sebagian besar anak-anak di sini tidak melanjutkan pendidikan ke SMP, apalagi SMA,” ungkapnya.

Senada dengan Ibas, Ketua KRAST Kutim Yusi Nudya menegaskan pentingnya pemerataan kualitas dan akses pendidikan. Menurutnya, anak-anak di daerah terpencil memiliki semangat belajar yang tinggi, namun belum ditunjang oleh sarana dan prasarana yang memadai.

“Semangat mereka luar biasa, tapi minim fasilitas. Kita berharap ada perhatian serius dari pemerintah dan semua pihak, agar kesempatan belajar benar-benar setara untuk semua anak, di mana pun mereka berada,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, para relawan mengadakan berbagai permainan edukatif, sesi belajar interaktif, hingga penyaluran hadiah dan paket sembako sebagai bentuk kepedulian sosial. Kegiatan ini bukan hanya merayakan Hardiknas, tetapi juga membangun jembatan empati antara kota dan desa, antara mereka yang punya akses dan mereka yang masih berjuang untuk mendapatkannya.

“Ini bukan tentang seremonial, tapi soal keberpihakan,” tutup Ibas.

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru