
BONTANG, Kaltimpop.com — Kegiatan Baitul Arqam Muhammadiyah Aisyiyah Bontang–Kutai Timur (Kutim) resmi dibuka dengan suasana khidmat dan penuh antusiasme di Gedung Dakwah Muhammadiyah Bontang. Mengusung tema “Kepemimpinan Berkemajuan Meneguhkan Ideologi, Memajukan Dakwah, dan Mengokohkan Persyarikatan”, forum pengkaderan ini menjadi ruang strategis bagi para kader untuk memperdalam ideologi sekaligus meneguhkan komitmen dakwah persyarikatan.
Pembukaan kegiatan turut dihadiri dua kepala daerah, Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman dan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni. Kehadiran keduanya menjadi bentuk dukungan nyata terhadap penguatan kaderisasi Muhammadiyah dan Aisyiyah sebagai pilar dakwah di Kalimantan Timur.
Sejumlah tokoh persyarikatan juga hadir, di antaranya KH Agus Sukoco dari PW Muhammadiyah Kaltim, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kutim, serta Pimpinan Daerah Aisyiyah Bontang. Partisipasi para tokoh ini menegaskan komitmen kolektif untuk membangun rantai kaderisasi yang kuat dari tingkat wilayah hingga ranting.
Dalam sambutannya, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyampaikan apresiasi kepada tokoh-tokoh Muhammadiyah yang konsisten menjaga semangat dakwah di Kaltim. Ia menyinggung peran KH Agus Sukoco yang disebutnya sebagai sosok penting dalam memperkuat basis gerakan Muhammadiyah. Mengutip Surah At-Tin, ia mengingatkan peserta mengenai mandat manusia sebagai khalifah yang memakmurkan bumi melalui kepemimpinan yang berkemajuan dan berakhlak.
Sementara itu, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa ideologi merupakan fondasi utama dalam perjalanan gerakan Muhammadiyah.
“Baitul Arqam ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi ruang untuk meneguhkan jati diri, menyatukan langkah, dan memperkuat komitmen persyarikatan. Saya berharap peserta membawa pulang nilai dan spiritnya, lalu menerapkannya dalam amal nyata di masyarakat,” ujarnya. Ia juga mengajak seluruh kader menjaga semangat kebersamaan dan terus berkontribusi dalam gerakan dakwah.
Pada sesi berikutnya, KH Agus Sukoco menekankan pentingnya sinergi antarlevel kepemimpinan dari PW, PDM, hingga ranting untuk memastikan keberlanjutan gerakan. Menurutnya, Baitul Arqam adalah fondasi ideologis yang wajib terlaksana secara berjenjang untuk menjaga konsistensi dan arah perjuangan persyarikatan.
Kegiatan Baitul Arqam tahun ini diharapkan melahirkan kader berkemajuan yang siap menggerakkan dakwah, memperkuat organisasi, dan menjadi teladan di tengah masyarakat. Selain penguatan ideologi, forum ini juga menjadi sarana mempererat ukhuwah antarkader dari berbagai daerah.
Pembukaan resmi dilakukan oleh Wali Kota Bontang, menandai dimulainya rangkaian kegiatan Baitul Arqam Muhammadiyah Aisyiyah Bontang Tahun 2025.(Adv)


