19.2 C
East Kalimantan
Jumat, 17 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Andi Saharuddin Soroti Menyusutnya Lahan Pertanian di Kota Samarinda

Samarinda – Ketahanan pangan di Samarinda menghadapi ancaman serius seiring dengan menyusutnya lahan pertanian akibat pesatnya perkembangan kota. Wakil Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Andi Saharuddin, menilai pemerintah perlu memberi perhatian lebih pada mobilitas penyuluh pertanian yang menghadapi kendala akses di kawasan pinggiran.

“Mobilitas penyuluh itu penting. Mereka turun ke lapangan dengan kondisi sebaran pertanian Samarinda berada di pinggiran kota,” ujarnya.

Samarinda, yang lebih dikenal sebagai pusat jasa dan perdagangan, memang bukan sentra pertanian. Namun, kawasan seperti Makroman, Lempake, dan Bentuas masih memiliki lahan pertanian yang menjadi sumber utama kebutuhan lokal. Sayangnya, akses menuju area ini sering kali menjadi hambatan bagi para penyuluh yang bertugas memberikan pendampingan kepada petani.

Menurut Andi Saharuddin, penyuluh pertanian memiliki peran vital dalam menjaga produktivitas dan keberlanjutan sektor ini. “Kalau tidak ada dukungan fasilitas, bagaimana mereka bisa menjalankan tugasnya dengan optimal? Ketahanan pangan kita bisa semakin rapuh,” tegasnya.

Dia menyoroti pentingnya transportasi yang layak agar para penyuluh bisa lebih efektif dalam memberikan edukasi dan inovasi kepada petani lokal.

Selain kendala mobilitas penyuluh, ancaman utama lainnya adalah alih fungsi lahan yang semakin marak. Perkembangan infrastruktur dan permukiman di Samarinda kerap mengorbankan area pertanian. Tanpa regulasi yang ketat dan kebijakan yang berpihak pada pertanian, kota ini akan semakin bergantung pada pasokan dari daerah lain. “Kalau kita terus-terusan bergantung, kita kehilangan kendali atas ketahanan pangan kita sendiri,” tambah Andi.

Untuk itu, dia mendorong Pemerintah Kota Samarinda agar tidak hanya fokus pada sektor jasa dan perdagangan. Menurutnya, pertanian juga merupakan sektor strategis yang harus mendapatkan perhatian serius.

“Jangan hanya sibuk memoles sektor jasa. Kalau kita benar-benar peduli dengan ketahanan pangan, harus ada kebijakan konkret yang mendukung pertanian,” pungkasnya.(Adv)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru