19.7 C
East Kalimantan
Jumat, 17 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ada Budidaya Madu Kelulut di Arboretum PT. IMM Kutai Timur

TELUK PANDAN – Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi melakukan penanaman pohon ulin (kayu besi) di kawasan Arboretum 30 Gemilang PT. Indominco Mandiri (PT IMM) sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pelestarian lingkungan dan rehabilitasi lahan bekas tambang.

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, tanaman ulin ini saya serahkan untuk ditanam dan dirawat di arboretum ini. Semoga tumbuh subur dan turut menjaga kelestarian ekosistem alam kita,” ujar Mahyunadi dalam kesempatan tersebut.

Usai penanaman pohon, Mahyunadi mengunjungi area budidaya madu kelulut di dalam kawasan arboretum. Keberadaan budidaya madu ini menunjukkan bahwa lahan bekas tambang tetap memiliki nilai ekonomis dan ekologis yang dapat dimanfaatkan bagi masyarakat. Lebih dari sekadar penghasil madu, kehadiran lebah kelulut ini berperan sebagai polinator alami yang sangat penting untuk menjaga kesuburan dan regenerasi vegetasi di kawasan yang sedang dipulihkan.

Arboretum PT. IMM berukuran seluas 65 hektare. Kawasan ini telah menjadi rumah bagi lebih dari 150 jenis pohon dan menjadi laboratorium alam bagi mahasiswa dan peneliti untuk mempelajari rehabilitasi lahan bekas tambang.

Area ini tidak hanya berfungsi sebagai kawasan hijau tetapi juga menjadi sarana edukasi lingkungan. Dilengkapi jalur transek sepanjang 1.000 meter, shelter, jembatan, dan papan informasi, kawasan ini memungkinkan pengunjung mempelajari keanekaragaman hayati yang telah dipulihkan.

Pemkab Kutim berkomitmen untuk terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan tambang, dalam mewujudkan pembangunan yang berwawasan lingkungan. Keberhasilan Arboretum PT IMM diharapkan dapat direplikasi oleh perusahaan pertambangan lainnya di Kutim, menciptakan jejaring kawasan konservasi yang lebih luas. Langkah ini sejalan dengan upaya mendukung ekonomi hijau dan ketahanan ekosistem di Kutim, khususnya di kawasan pascatambang. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru