22.5 C
East Kalimantan
Sabtu, 6 Juni 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Rapak Lambur Pertahankan Status Zero Stunting, Anggaran Pencegahan Terus Ditingkatkan

Kukar – Meski tak ditemukan kasus stunting pada balita maupun anak-anak, Pemerintah Desa (Pemdes) Rapak Lambur tetap konsisten mengalokasikan anggaran khusus untuk pencegahan setiap tahunnya. Komitmen ini menjadi langkah strategis untuk mempertahankan status “Zero Stunting”.

Kepala Desa Rapak Lambur, Muhammad Yusuf, menyampaikan bahwa porsi Dana Desa (DD) untuk penanganan stunting terus mengalami peningkatan signifikan. Tahun 2024, sekitar 10 persen DD dialokasikan untuk program ini, sementara di tahun 2025 meningkat menjadi 19 persen.

“Tahun ini (2025) sekitar 19 persen (dari dana desa), tahun sebelumnya hanya 10 persen. Jadi setiap tahun berlanjut, dan di tahun lalu itu sekitar Rp 113 juta anggarannya, di tahun 2025 ini lebih,” ucap Yusuf.

Rangkaian program yang disiapkan tidak hanya menyasar balita, tapi juga ibu hamil dan remaja putri. Mulai dari pemberian makanan tambahan (PMT), susu ibu hamil, tablet penambah darah, hingga penyuluhan gizi rutin menjadi bagian dari intervensi terstruktur yang dilakukan desa.

Pemdes juga menggelar rembuk stunting dan Focus Group Discussion (FGD) bersama masyarakat, khususnya para ibu hamil, sebagai ruang dialog dalam menyusun arah pembangunan desa berbasis kesehatan keluarga.

“Di tahun ini, Pemdes mau meningkatkan SDM mulai dari ibu hamil, balita, pemuda dan pemudinya. Karena anak-anak itu aset desa,” tegas Yusuf. (adv)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru