SANGATTA – Pemerintah Kutai Timur sangat serius memastikan kompetensi dan potensi para pegawa Pegawai Negeri Sipil (PNS) di daerahnya. Selama tiga hari sebanyak 500 Pegawai Negeri Sipil (PNS) mengikuti Computer Assisted Competency Test (CACT) sebagai bagian dari Tes Penilaian Kompetensi dan Potensi.
Menurut Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kutai Timur Misliansyah, program pemetaan kompetensi ini telah berjalan tiga tahun berturut-turut. Pada tahun pertama di 2023, sebanyak 1.000 ASN telah mengikuti tes serupa. Pada tahun 2024, jumlahnya disesuaikan menjadi 500 orang dan di tahun 2025 angka tersebut kembali dipertahankan. Dengan target jangka menengah, Pemkab Kutim menargetkan 3.000 ASN akan terpetakan kompetensinya dalam tiga tahun ke depan.
“Kegiatan ini merupakan implementasi dari manajemen talenta ASN yang sudah kami jalankan sejak 2023. Tujuannya memastikan kecocokan antara kualifikasi individu dengan jabatan yang diemban,” kata dia.
Menurut pria yang akrab disapa Ancah ini, tes yang berlangsung dalam lima sesi maraton ini bukan sekadar rutinitas administratif melainkan strategi besar Pemkab Kutim dalam membangun manajemen talenta ASN berbasis data dan potensi.
Setiap peserta harus menyelesaikan lebih dari 400 soal dalam waktu 4,5 jam, mencakup 22 subtema penilaian seperti integritas, komunikasi, manajerial, dan kepemimpinan. Tes ini diselenggarakan dengan dukungan Pusat Penilaian Kompetensi ASN Badan Kepegawaian Negara (BKN) serta Tim Penilai BKN Regional VIII Banjarmasin.
“Tujuan akhirnya adalah membentuk basis data kompetensi ASN yang komprehensif. Dengan begitu, kebijakan terkait rotasi, mutasi, promosi jabatan, hingga pelatihan dapat dirancang secara lebih terukur,” kata Misliansyah.
Melalui tes kompetensi dan pemetaan talenta, Pemkab Kutim berupaya memastikan bahwa setiap ASN memiliki peran yang tepat dan produktif dalam mendukung agenda pembangunan daerah. Tes ini sekaligus menandai pergeseran paradigma birokrasi Kutim dari administrasi tradisional menuju pemerintahan berbasis meritokrasi. (ADV/ProkopimKutim/KP)


