22.5 C
East Kalimantan
Jumat, 17 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ketua DPRD Kutim Kagum Lahan Bekas Tambang Bisa Jadi Sumber Kehidupan

SANGATTA – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kutai Timur (DPRD Kutim) Jimmi menyatakan kekagumannya pada program kolaboratif antara Pangkalan TNI AL (Lanal) Sangatta dan PT Kaltim Prima Coal (KPC) yang mengubah bekas lahan tambang menjadi kolam budidaya ikan. Ini membuktikan bahwa tanah bekas tambang bukanlah akhir dari cerita, melainkan awal dari bab baru kehidupan.

“Dari sambutan Danlanal dan KPC, saya menangkap satu pesan kuat, bahwa lahan bekas tambang tidak harus menjadi cerita usang, tapi bisa dihidupkan kembali menjadi sumber kehidupan,” ujarnya antusias saat mengikuti acara panen Ikan Nila dan penebaran 13 ribu benih Lele dan Nila di kolam keramba bekas tambang yang kini bernama Telaga Biru, Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara, Kutai Timur.

Jimmi menegaskan, kolaborasi antara TNI, korporasi, dan pemerintah daerah adalah bentuk nyata dari sinergi pembangunan berkelanjutan. Bukan hanya untuk menjaga ekosistem, tetapi juga menjawab tantangan krisis pangan. “Kegiatan seperti ini mengajarkan kita tentang optimisme. Bahwa dengan niat baik, inovasi, dan kerja bersama, bahkan dari tanah bekas tambang pun bisa jadi lumbung pangan,” kata dia.

Sementara itu, Komandan Lanal Sangatta Letkol Laut (P) Fajar Yuswantoro menekankan bahwa inisiatif ini adalah bentuk kontribusi nyata TNI AL dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Ia mengaitkan langkah ini dengan visi besar Kutim menjadi kabupaten yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing.

“Ketahanan pangan adalah fondasi kedaulatan bangsa. Dengan mengolah kembali lahan yang dulu dieksploitasi, kini kita memberi kembali kepada alam dan masyarakat,” kata Letkol Fajar.

Superintendent Conservation and Agribusiness Development (CAD) KPC Nugroho Dewanto, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program reklamasi pascatambang yang berbasis pada keberlanjutan dan kemandirian masyarakat.

“Penebaran benih ikan ini adalah bukti bahwa bekas tambang bisa menjadi sentra agribisnis perikanan yang produktif. Kami berkomitmen mendukung pengelolaan yang inklusif, menyentuh masyarakat sekitar secara langsung,” ujar Nugroho. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru