SANGATTA – Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman mengatakan Pemkab Kutim telah menyiapkan lahan yang direncanakan akan dibangun fasilitas untuk lembaga pemasyarakatan yang baru. Langkah ini bertujuan memberikan solusi jangka panjang terhadap permasalahan kelebihan kapasitas tahanan di Lapas Kelas II Bontang sekaligus menciptakan ruang rehabilitasi dan pembinaan yang lebih layak bagi para warga binaan.
“Kami sudah menyiapkan lahan untuk pembangunan Lapas baru. Kami ingin agar warga binaan dari Kutim bisa menjalani masa tahanannya dengan lebih manusiawi dan sesuai standar kelayakan,” ujar Ardiansyah dalam pertemuan dengan pihak Lapas Bontang yang berlangsung di Ruang Kerja Bupati Kutim, Bukit Pelangi, Sangatta.
Menurutnya, pembangunan fasilitas baru ini juga penting mendukung upaya pembinaan dan reintegrasi sosial bagi narapidana. Fasilitas yang memadai akan memudahkan proses bimbingan kepribadian, keterampilan, dan pembinaan lainnya agar mereka siap kembali ke masyarakat.
Pernyataan Ardiansyah ini merespon kunjungan pihak Lapas Kelas II Bontang yang meminta bantuan pemkab Kutim terkait masalah kelebihan kapasitas lapas. Hal ini memang menjadi persoalan serius mengingat kapasitas yang terbatas tidak lagi mampu menampung jumlah tahanan yang terus bertambah terutama dari wilayah Kutim.
“Ini adalah bentuk upaya kami agar warga binaan khususnya yang berasal dari Kutim bisa mendapatkan pelayanan yang lebih optimal dalam masa pembinaannya,” ujar Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik Lapas Kelas II Bontang, Riza Mardani.
Riza juga menyerahkan proposal resmi kepada Pemkab Kutim untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam proses pengambilan kebijakan. Proposal tersebut mencakup kebutuhan lahan, desain awal fasilitas, dan rencana kolaborasi ke depan dengan pemerintah daerah.
Bersama kedua rekan lainnya yaitu Kasubsi Registrasi Dwi Satrio dan Kasubsi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat) Saripudin, Riza menyampaikan kondisi aktual Lapas Bontang yang saat ini mengalami kelebihan (over) kapasitas cukup signifikan di mana sebagian besar warga binaan berasal dari wilayah Kutim. (ADV/ProkopimKutim/KP)


