SANGKULIRANG – Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menghadiri acara peluncuran layanan operasi katarak modern tanpa jahitan (phacoemulsification) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sangkulirang bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPRD Kaltim, serta tokoh masyarakat. Inovasi ini menjadi tonggak penting dalam Program Pelayanan Mata Paripurna yang kini mulai diterapkan.
Dalam sambutannya, Ardiansyah menegaskan bahwa pembangunan sektor kesehatan tak boleh hanya bertumpu di pusat kabupaten. “RSUD Sangkulirang sudah menjadi rujukan utama di pesisir Kutim. Kami berkomitmen memperkuatnya secara bertahap, termasuk dengan program dokter keliling ke daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur RSUD Sangkulirang dr Azizah bin Smith mengatakan pihaknya siap melayani kesehatan masyarakat Kutim. Saat ini, RSUD Sangkulirang tak lagi sekadar menjadi fasilitas kesehatan sekunder di pesisir Kutim sebab sudah memiliki delapan dokter spesialis dari berbagai bidang di rumah sakit tersebut.
Komposisinya terdiri atas dua aparatur sipil negara (ASN) spesialis bedah dan mata, lima dokter kontrak (penyakit dalam, anak, kandungan, anestesi, dan patologi klinik), serta satu dokter radiologi paruh waktu. Dengan formasi ini, layanan spesialis dasar telah terpenuhi, ditambah spesialis mata sebagai keunggulan baru.
“Wilayah pesisir selama ini mengalami keterbatasan akses layanan spesialis, terutama mata. Padahal, angka kebutaan akibat katarak cukup tinggi di kawasan Sangsakakaukar dan sekitarnya,” ujar Direktur RSUD Sangkulirang dr Azizah bin Smith.
Selain itu, Azizah menjelaskan mengenai teknologi phacoemulsifikasi yang baru saja diluncurkan RSUD Sangkulirang yang memungkinkan operasi katarak dilakukan tanpa jahitan. Waktu tindakan pun lebih singkat dan pasien dapat langsung pulang. Proses penyembuhan hanya memerlukan waktu sekitar satu minggu jauh lebih cepat dibandingkan metode konvensional yang memerlukan waktu rawat inap dan pemulihan lebih panjang. Kini, masyarakat pesisir Kutim tak lagi harus menunggu momen tertentu untuk mendapat layanan operasi mata. Pelayanan menjadi lebih terstruktur, terjadwal, dan berkelanjutan. (ADV/ProkopimKutim/KP)


