MUARA BENGKAL – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur sedang gencar menangani masalah Tuberkulosis (TBC) sampai ke pelosok desa. Melalui Dinas Kesehatan dengan program Active Case Finding (ACF), pemda memberikan layanan radiografi toraks mobile yang bisa mendeteksi dini penyakit TBC.
Camat Muara Bengkal Nur Hadi, tak bisa menyembunyikan rasa optimisnya. Dalam sehari, 200 warga tercatat menjalani pemeriksaan. “Artinya, kesadaran mulai tumbuh. Kalau bisa rutin setiap tahun, pasti akan sangat berdampak,” kata dia di halaman Puskesmas Pembantu Desa Benua Baru, Kecamatan Muara Bengkal, Kutai Timur.
Pemda Kutim memang membawa mobil radiografi toraks untuk mengecek kesehatan warga di Desa Benua Baru. Satu per satu warga dari berbagai dusun antre rapi, menanti giliran menjalani pemeriksaan dada.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kutim dr. Bahrani Hasanal, kegiatan ini tak bisa ditunda lagi. Selain di Muara Bengal, tim lainnya juga bergerak di Kecamatan Kombeng. “Satu penderita TBC bisa menularkan ke 10 orang. Kalau tidak kita tangani sekarang, eliminasi TBC pada 2030 bisa jadi angan-angan saja,” ujarnya.
Tak hanya para tenaga medis yang turun tangan, Ketua District Public Private Mix (DPPM) Kutim sekaligus Ketua TP PKK Hj. Siti Robiah, turut turun ke lapangan. Ia mengajak para Ketua TP PKK Kecamatan hingga kader desa untuk aktif menyosialisasikan pentingnya pemeriksaan ini. “Penyuluhan harus menjangkau rumah ke rumah. Jangan biarkan masyarakat hanya tahu TBC dari cerita orang. Kita bawa faktanya, kita ajarkan pencegahannya,” kata Siti.
Sebagai bentuk dukungan moral dan kesehatan, Siti juga membagikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada warga yang mengikuti pemeriksaan. Bersama dr. Bahrani, ia mendatangi tenda pemeriksaan dan berdialog langsung dengan warga yang mayoritas petani dan ibu rumah tangga.
(ADV/ProkopimKutim/KP)


